Membaca Ulang Sebuah Buku
Bagai membaca lembar demi lembaran dalam sebuah buku, waktu yang sebenarnya lama namun terasa sangat singkat. Pertemuan dan perpisahan merupakan bagian yang erat, saat kita bertemu dengan seseorang, kemungkinan untuk berpisah itu ada - entah karena takdir atau karena kita yang memutuskan untuk menjauh, melupakan, dan menulis ulang cerita yang kita inginkan. Waktu berlalu seperti sihir, kita mungkin merasakan bahwa perpisahan itu menyakitikan, tapi tanpa disadari kita juga berhasil melewatinya, bertumbuh, berkembang, dan berproses bersama luka, hingga nantinya kita berhasil menjadi kuat, tangguh, dan pantang menyerah. Mendengarkaan kata hati itu penting, namun logika tetaplah harus dijalankan, jangan dibiarkan berhenti disuatu tempat, disuatu keadaan yang tidak menyenangkan. Kita harus berani mengambil resiko untuk meninggalkan, menjauh, hingga membuang kenangan, agar kita tetap hidup sebagai individu yang tidak mati rasa. Sulit memang, tapi seperti saat kita membaca sebuah b...