Red String Theory : Terikat Namun Tak Bersama
Atas segala kebahagiaan yang pernah singgah dan atas semua luka yang berakhir menetap, aku sangat menikmatinya. Bersama waktu yang berlalu tanpa kendali, juga bersama kenangan yang entah sampai kapan akan tergenggam. Percaya atau tidak, ternyata otak memproses semuanya dengan sangat baik - menyimpan apa yang seharusnya disimpan, lalu membuang apa yang tidak dibutuhkan. Red String Theory - aku tidak begitu paham apa maksudnya, tapi yang pernah aku dengar teori ini menjelaskan tentang manusia yang terikat oleh benang merah tak kasat mata. Benang merah yang selalu menjaga mereka untuk selalu bersama, walaupun tanpa pertemuan. Kok bisa ya, sepasang manusia yang tidak pernah bertemu namun ditakdirkan untuk bersama? memang sedikit meragukan, tapi ini memang ada kaitanya dengan bagaimana cara takdir bekerja. Sebuah benang memang terkadang kusut, terlipat, bahkan putus. Tapi red string teori tidaklah demikian, benang merah tersebut akan selalu tersambung sebagaimana takdir yang selalu melekat...