Tuhan, ini arahnya kemana?
"Tuhan, sebenarnya ini arahnya kemana? kenapa jalanku terasa semakin berat? dan kenapa aku semakin kehilangan banyak hal dalam hidupku? Aku kehilangan jati diri, aku kehilangan harapan, dan aku semakin kehilangan banyak cinta dan kasih." "Rasanya, seperti berulang kali dipukul oleh kenyataan. Mau sebaik apapun kamu, akan tetap salah jika berada di tempat yang tidak tepat. Bahkan rumah pun bisa menjadi pengadilan palung buruk, saat rasa sakitmu tak dapat dimengerti dan ketika kesedihanmu hanya bisa dihakimi, tanpa dipahami." "Bukan kali ini rasanya, pulang ke rumah seperti kembali masuk dalam neraka. Hanya sepintas senyum dan sapa, sisanya hanya penghakiman tanpa pembenaran. Sepertinya, aku memang ditakdirkan hanya untuk menjadi narapidana." "Dulu sekali, aku pernah mengira menjadi anak perempuan satu-satunya adalah sebuah keberuntungan. Tapi ternyata salah, ini adalah sebuah ketidakberuntungan yang baru aku sadari. Aku terhimpit oleh ekspetasi, dicint...