Aku (pernah) Kalah
Pada sebuah kisah yang dimulai dengan bahagia, entah bagaimana bisa berakhir penuh luka. Kisah ini memiliki prolog yang menyenangkan, alur yang menarik, tapi endingnya cukup pelik. Antara rasa sakit dan tali persahabatan, mana yang harus ku pilih untuk terus disambungkan? aku memilih persahabatan, walaupun dengan perasaan yang tak utuh seperti sediakala. Aku kalah memperjuangkan rasa sakitku untuk mendapatkan keadilan, tapi aku menang kala aku berhasil melepaskan beban yang selama mengguncang perasaaan. Aku suka kalimat ini: "Laki-laki akan menyesal setelah kehilangan, tapi perempuan akan sembuh setelah melepaskan." Kala itu aku merasakan sakit yang luar biasa, dalam versiku akulah korbannya, tapi dalam versi mereka mungkin aku pelakunya. Yang jelas ini bukan tentang siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi tentang bagaimana saling membesarkan hati untuk memaafkan, berdamai, dan menyambung lagi tali persahabatan yang sempat terputus. Setelah melewati panjangnya bab ...