Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

.

Bodohnya, dulu aku mengira menjadi anak perempuan satu-satunya itu menyenangkan. Rupanya aku salah besar, meskipun ga punya saudara sesama perempuan tapi aku tetap merasakan rasanya dibandingkan, dianggap bodoh, dianggap ga lebih baik dalam segala hal dengan saudara laki-laki. Kenyataan pahit yang sangat aku benci, tapi ga bisa dihindari. Ternyata memang benar, mau sebaik apapun kita jika bukan anak kesayangan tidak akan terlihat berharga.  Aku berusaha untuk tidak membenci orang tuaku, walaupun yang mereka lakukan itu menyakitkan. Tapi diam dan sabarku, justru semakin menjadi bumerang. Mudah bagi mereka untuk mengatur, memaksa, bahkan menekan dari segala arah karena melihat aku tidak bisa apa-apa. Memang benar aku beban, tapi merawat anak yang diberikan Tuhan adalah tanggungjawab orang tua. Karena Tuhan menitipkan segala rejeki anak melalui orang tuanya. Tapi yang seharusnya aku dapatkan, aku tidak mendapatkannya secara penuh. Aku hanya dianggap sebagai anak yang tumbuh tidak sesu...

Postingan Terbaru

Pengendalian Diri itu Penting

Rumah : penjara tak kasat mata

Just Take Your Time, Dear

Ego Anak Vs Orang Tua

Tuhan, ini arahnya kemana?

Random Talk : Cukup Sekian

Red String Theory : Terikat Namun Tak Bersama

Aku Dilukai, Tapi Aku (juga) Melukai

Ruang Gelap, Cermin, dan Bayangan

Avoidant Attachment : Tembok Siksaan