Aku (pernah) Kalah


Pada sebuah kisah yang dimulai dengan bahagia, entah bagaimana bisa berakhir penuh luka. Kisah ini memiliki prolog yang menyenangkan, alur yang menarik, tapi endingnya cukup pelik. Antara rasa sakit dan tali persahabatan, mana yang harus ku pilih untuk terus disambungkan? aku memilih persahabatan, walaupun dengan perasaan yang tak utuh seperti sediakala. Aku kalah memperjuangkan rasa sakitku untuk mendapatkan keadilan, tapi aku menang kala aku berhasil melepaskan beban yang selama mengguncang perasaaan. 

Aku suka kalimat ini: "Laki-laki akan menyesal setelah kehilangan, tapi perempuan akan sembuh setelah melepaskan." 

Kala itu aku merasakan sakit yang luar biasa, dalam versiku akulah korbannya, tapi dalam versi mereka mungkin aku pelakunya. Yang jelas ini bukan tentang siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi tentang bagaimana saling membesarkan hati untuk memaafkan, berdamai, dan menyambung lagi tali persahabatan yang sempat terputus. 

Setelah melewati panjangnya bab yang penuh kesakitan, aku kira aku tidak bisa, ternyata aku sembuh. Aku melewati semuanya dengan sangat baik, merajut, mengobati, hingga menyamarkan bekas luka itu agar tak terlihat oleh mata orang lain. Walaupun sebenarnya hingga sekarang luka itu masih basah, mungkin akan berdarah jika seseorang itu datang lagi mengulik luka yang berhasil ku tutupi. Tapi sekali lagi aku bisa dengan bangga menyebut diriku sebagai perempuan hebat, aku tau mana yang harus dilepaskan dan mana yang harus dipertahankan.

Entah apakah penyesalan itu kini timbul dihati mereka, yang jelas aku berhasil menjadi perempuan yang berhasil mengalah, kekalahan yang justru membuatku merasa bangga sebab  aku tak meninggikan ego. Aku mendengarkan perasaanku, tapi tak menjadi bodoh hanya karena rasa cinta. 

Kisah ini berlalu sudah cukup lama, tapi aku masih bingung hendak menamai kisah ini dengan judul apa, atau mungkin memang tak pantas diberikan judul apa-apa. Tapi yang jelas kisah ini berakhir dengan ending yang sangat plot twist. Entah memang sudah benar-benar berakhir atau akan ada ekstra chapter, aku tidak tau. Yang jelas sampai hari ini, kisah ini masih menjadi trauma yang sulit sembuh, dimana kepercayaan dipertaruhkan seakan tak  bermakna. 




Komentar

Postingan Populer