Mari Bersyukur
Kalau dipiki-pikir emang capek banget sih. Dipaksa overthinking tiap hari, sama keadaan yang gabisa kita kontrol gimana jalannya.
Terkadang, justru merasa bersalah ke diri sendiri, kenapa gabisa berjalan lebih cepat? kenapa gabisa seperti mereka? dan kenapa masih stuck disini? disaat orang lain sudah sampai di suatu masa yang diimpikan. Tanpa sadar kita terlalu sibuk bertanya kenapa? kenapa? dan kenapa? sampai kita lupa bagaimana caranya bersyukur pada diri sendiri. Padahal untuk bertahan sejauh ini, kita sudah melakukan yang terbaik.
Jalan kita dan jalan mereka itu BEDA dan TIDAK harus sama. Ujian kita dan ujian mereka itu BEDA dan TIDAK bisa disamakan. Kalau kita maksa untuk selalu sama, TIDAK akan pernah bisa. Langkah orang lain BUKAN untuk dikejar, kalau kita maksa artinya kita terlalu jahat ke diri sendiri.
Kalau udah jahat ke diri sendiri, lantas siapa yang akan melindungi kita? ga ada. Cuma kita yang bisa melindungi diri sendiri, BUKAN orang lain, bahkan keluarga, teman, sahabat, saudara sekalipun belum tentu bisa.
So, ayolah kita berhenti jahat ke diri sendiri. Memang berat dan sulit karena kita terlanjur menjadi manusia yang serba INSECURE. Tapi kalau ga dimulai dari sekarang, mau sampai kapan menyiksa diri sendiri dengan perasaan yang ga kekontrol?
Komentar
Posting Komentar