Ruang Gelap, Cermin, dan Bayangan
Aku sadar ada yang salah dalam hidupku, tapi aku juga tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya. Walaupun aku tau penyebabnya, tapi untuk menemukan jalan keluar, aku buta arah.
Aku selalu merasa terjebak dalam ruang gelap, yang pengap dan sesak. Aku hanya dapat memandang cermin, berulang kali melihat diriku yang terpuruk, tapi lagi-lagi aku tak dapat kemana-mana. Aku seperti bayangan yang tak punya pilihan, selain kembali mengikuti sang tuan.
Aku terdiam dalam banyak waktu, tenggelam dalam dunia yang entah kemana arahnya. Bahkan aku tak dapat melihat dengan jelas darimana sebenarnya arah matahari terbit dan tenggelam. Aku dapat masuk dan terjebak dan ruangan gelap itu, lantas dimana pintu keluarnya? Aku harus bertanya pada siapa, sedangkan aku tak mampu berbicara dengan siapapun.
Saat aku terdiam, aku melihat banyak rekaman yang beputar di kepala, seolah tak ada habisnya. Kemudian aku hanya bisa menangis, karena merindukan banyak hal. Aku merindukan diriku yang pernah tersenyum, tapi lagi-lagi aku tak menemukan jalannya. Aku benar-benar terkurung dalam ruan gelap yang menyiksa.
Dalam kondisi seburuk ini, terkadang aku tak mengontrol diri. Dari semula aku diam, hingga kemudian mulai berteriak kencang. Siapa yang dapat mendengarku? tidak ada. Aku hanya bisa mendengarkan suaraku sendiri, bergema memenuhi gendang telinga. Lantas pada siapa aku harus berbagai cerita? bayangan dicermin atau bayangan gelap yang selalu mengikuti ragaku? hanya mereka yang ku punya - ruang gelap, cermin, dan bayangan.
Komentar
Posting Komentar