Apa hal yang menyenangkan dari menjadi anak perempuan?
Ternyata menjadi anak perempuan yang selalu diam di rumah, ga pernah nyentuh minum-minuman keras, ga pernah pulang malam, bahkan ga pernah masuk ke pergaulan anak-anak yang bebas diluaran sana masih salah dimata orang tua yang ga tau maunya apa. Padahal bisa menjaga diri sendiri dan harga diri keluarga adalah hal yang paling berat untuk seorang anak perempuan, tapi nyatanya menjadi anak perempuan memang tidak semudah itu. "Tak berprestasi, tak layak disayangi, tak punya karir tinggi, tak layak dibanggakan, tak seperti anak-anak lain pun masih selalu menjadi bahan hinaan." Sebenarnya anak perempuan yang lahir ke dunia ini harus apa? harus menjadi bagaimana? dan harus berbuat apa supaya orang tuanya bangga. Please tell me, apa hal yang menyenangkan dari menjadi anak perempuan?
Selama aku tumbuh menjadi dewasa, rasanya semakin sedikit hal-hal baik bisa aku banggakan dari menjadi seorang anak perempuan. Mungkin karena memang aku saja yang kurang beruntung, tidak tumbuh di keluarga yang supportive. Kesalahan, kegagalan, bahkan keberhasilan sekalipun selalu menjadi perbandingan nyata yang tidak bisa dikendalikan. Menelan rasa pahit dan sakit sudah menjadi hal yang biasa, sampai pada akhirnya aku selalu bertanya untuk apa perempuan ada di dunia ini kalau apapun serba dibatasi. Perempuan dengan jalan hidup yang tertata antara pendidikan, karir, dan pernikahan bukanlah pemenang, karena jalan hidup yang harus dilalui oleh masing-masing perempuan didunia ini sangatlah berbeda. Lantas kenapa perempuan selalu menjadi yang paling salah? tidakkah semua orang sebelum menjadi orang tua adalah seorang putra dan putri dari orang tuanya juga? lantas kenapa ketidakpuasan atas jalan hidup selalu diwariskan dalam bentuk hinaan, cacian, dan rasa sakit.
Aku bahkan selalu bertanya pada diri sendiri, apa salahku? kenapa dalam kehidupan yang cuma sekali ini aku harus merasakan betapa sakitnya tumbuh dalam asuhan orang tua yang toxic, sementara anak-anak lain bisa memiliki seorang ayah yang selalu support. Aku ga bilang orang tuaku jahat, mereka punya rasa sakitnya masing-masing, but aku cuma kadang ngerasa secapek itu untuk menghadapi orang tua dengan dua kepribadian yang berbeda. Aku punya ibu, tapi dia juga tidak bisa selalu membela dan memelukku, tapi dia adalah ibu yang terbaik untuk anak laki-lakinya. Sementara ayahku, dia orang yang hebat dan pekerja keras, tapi sayangnya dia tak memiliki hati yang lembut, dia bukan ayah supportive untuk anak laki-lakinya dan dia juga bukan figur ayah yang terbaik untuk putrinya. Inilah yang membuat aku merasa berdiri sendirian, aku ga punya orang tua yang bisa nge-back up aku selayaknya yang anak perempuan lain punya. Aku jatuh dan bangkit sendirian, aku berperang dengan egoku sendirian, aku berperang dengan diriku sendiri tanpa mereka tau. Walaupun sakit dan melelahkan, tapi nyatanya aku bisa tetap hidup sampai sekarang, proud of my self.
Saat aku selalu kenapa? kenapa? dan kenapa? semua itu tidak akan pernah ada jawabannya, karena semua hal yang terjadi dalam hidup kita it's impossible - semua terjadi atas kemungkinan yang ada. Itulah yang bisa aku pahami sampai sekarang dari hidup yang aku jalani sampai detik ini. Entah kita diasuh oleh orang tua seperti apa, hidup kita bagaimana, intinya kita harus survive, bukan untuk membuktikan pada orang-orang jahat disekeliling kita bahwa kita bisa, tapi untuk melindungi diri sendiri dari kerusakan besar. Karena semakin kita dewasa mental selalu menjadi taruhan, jangan menyerah pada hal-hal yang sulit dikendalikan, jangan membiarkan mental kita dirusak, dan jangan pernah menyerahkan hidup kita dibawah kendali orang lain termasuk orang tua yang ga supportive ke kita.
Sampai sekarang aku masih belum menemukan jawaban tentang menyenangkannya menjadi anak perempuan, tapi seiring berjalannya waktu aku pasti akan menemukan jawabannya, karena aku percaya keajaiban itu ada. Jika saat ini kita banyak menangis, Tuhan akan berikan kita kesempatan untuk tersenyum suatu saat nanti. Tidak apa-apa kalau dikehidupan ini kita belum beruntung sebagai anak perempuan, karena dikehidupan selanjutnya keberuntungan itu pasti datang. Sebagai anak perempuan jika kita tidak diratukan oleh ayah, maka kita harus belajar meratukan diri sendiri. Sebab, jika kita hanya menanti diratukan oleh orang lain atau pasangan, belum tentu itu akan terjadi.
See you para perempuan hebat 💕
Komentar
Posting Komentar