Orang Tua (bukan) Raja
Memang tidak semua seperti ini, tapi dilingkunganku banyak bahkan didominasi oleh seorang ayah. Percaya ga percaya, ada orang tua yang benar-benar ga mau menerima kesalahan sedikit pun, selalu ingin dipuja dan dilayani seperti raja. Mereka senang dan merasa bahagia saat anak dan istri/suami mereka merengek, seolah memberi makan ego mereka sebagai orang yang punya segalanya, berhak mengontrol, bahkan sampai menyebut anak dan istri/suami mereka sebagai pembangkang apabila tidak mau menuruti apa yang dimau. Orang tua seperti ini berlaku sangat tidak adil pada keluarga, terutama pada anaknya. Karena merasa paling berjasa, hatinya pun sekeras batu. Jika anaknya tidak sependapat, langsung dicap sok pintar, tidak menurut langsung dibilang durhaka, dan yang lebih parahnya mudah sekali membuang anak, seperti membuang kotoran ayam. Lucu ya, fenomena seperti ini sangat berbanding terbalik dengan kejahatan orang tua yang seringkali lebih parah. Tapi nahasnya, anak selalu berada disposisi yang salah. Kalau orang tua gampang sekali bilang, "kamu anak durhaka, ayah/ibu gamau punya anak seperti kamu."
Hei, kalian para orang tua sadar tidak? Kalau kalian dulu juga pernah menjadi seorang anak, apakah kalian sudah sesempurna itu sampai berhak menuntut kesempurnaan dari anak-anak kalian, sedangkan kalian sebagai orang tua belum tentu sudah menjalankan kewajiban sebagai ayah/ibu yang baik. Kalau seandainya kalian yang berlaku buruk, bersediakah disebut orang tua durhaka? tentu tidak, kalian pasti akan ngamuk karena sudah merasa paling berjasa dan pekerja keras. Tapi sesungguhnya merawat anak, memberikannya pendidikan itu adalah sebuah kewajiban, tanggungjawab, bukan tentang balas jasa.
Harapanku cuma satu, semoga orang tua baik yang kaya maupun miskin, yang selalu menganggap dirinya raja, cobalah untuk melunakkan sedikit saja ego didalam hati kalian. Karena secara lahirnya, seorang anak tidak ada yang membenci orang tuanya secara alami, sebab kepribadian seorang anak itu dibentuk sejak dia dilahirkan dan dididik oleh orang tuanya. Kalau anakmu membangkang, bercerminlah, tanyakan pada diri sendiri atau coba tanyakan ada Tuhan, luka seperti apa yang telah kalian ciptakan dibenak mereka yang tumbuh dalam asuhanmu.
Komentar
Posting Komentar