Ego Anak Vs Orang Tua
Kadang ego orang tua emang besar, tapi selama tanah yang kita pijak, fasilitas yang kita pakai masih dari orang tua, jangan terlalu keras kepala. Karena seburuk apapun orang tua, jika sejak lahir kita diberi makan dengan baik, diberi pendidikan dengan layak, bahkan dibelikan pakai yang bagus, kebencian dan kekecewaan kita sebagai anak pada orang tua tetaplah tidak sebanding dengan keringat mereka.
Sebagai anak, kita mungkin sering diperlakukan tidak adil. Tapi percayalah bahwa di dalam hati orang tua kita, isinya sama dengan hati kita yang murni, penuh tulus, kasih dan sayang, yang sebenarnya ada tapi sulit diungkapkan. Bahkan, jasa orang tua kita nggak akan pernah bisa dibandingkan dengan jasa pasangan kita nantinya. Kenapa? karena bukan pasangan yang menemani kita dari nol, tapi orang tua kita masing-masing. Kita diajari cara tengkurap, merangkak, hingga berjalan, mereka lah yang mengajari kita.
Makanya kalau ada pasangan yang bilang, "aku yang udah nemenin kamu dari nol" - it's bullshit. Kenapa? karena kita mulai bertemu pasangan itu dalam rentang usia remaja hingga dewasa. Di masa itu, kita udah tumbuh menjadi manusia yang punya kepribadian yang sebelumnya telah dibentuk oleh orang tua kita. Jadi, bukan nol lagi, sebab kita udah punya bekal, tinggal nantinya pasangan kita yang melengkapi itu. Mulai bangun usaha, dari bekal pendidikan dan skill yang kita punya, dan siapa yang membekali kita dengan pengetahuan itu? ya orang tua kita. Mereka yang udah nyekolahin kita, kasih fasilitas pendidikan yang cukup seperti kendaraan dll.
Kalau dihitung pun, ga akan bisa kehitung. So, seburuk apapun hubungan kita dengan orang tua, please be nice - dunia ini bukan hanya tentang luka, tapi juga tentang cinta dan kasih sayang. Pasti ada kok percikan cinta yang masih tersisa, jangan sampai kita menyesal karena terlalu dalam mengubur perasaan hangat itu dengan ego.
Komentar
Posting Komentar