Hai, Januari
Huft... januari lagi dan lagi
Bulan yang sebenarnya tak ingin aku temui dalam setiap tahun, karena januari selalu menjadi pembuka sekaligus pengingat akan banyaknya rasa bersalah yang bersarang di dalam diriku. Sebagai manusia biasa yang tentunya banyak kekurangan, aku hanya bisa berusaha semampuku, namun apa boleh dikata apabila banyak hal yang telah aku lakukan tak sesuai harapan.
Rasa bersalah, penyesalan, dan kekecewaan datang bertubi-tubi tanpa bisa aku hindari. Namun apa yang bisa aku lakukan selain menerimanya dengan baik? tidak ada. Life must go on, walaupun aku sudah lelah untuk hidup, bumi tetap tidak akan berhenti berputar seperti yang aku inginkan. Tuhan berkata belum, maka artinya belum. Walaupun dihajar oleh ketidakpuasan hati, tetap akan ada banyak hal yang harus dilalui.
Selamat datang di januari lagi, aku tidak berharap banyak selain diberi kekuatan untuk tetap hidup. Apapun yang terjadi terserah, dunia bukan hal wajib yang harus aku tundukkan, tapi emosi yang harus aku taklukkan.
Komentar
Posting Komentar